ANJURAN UNTUK SANTAI DAN TERTAWA

Menjadi seorang yang bijaksana tidak melulu harus berwajah serius, kening berkerut dan berkesan ‘the killer’. Karena bukankah Rasulullah SAW sendiri yang menganjurkan kita untuk bersenda gurau?
Karena tertawa dan hal-hal lain yang meringankan hati dapat membantu melunakkan kalbu kita.

Semoga kisah Nasaruddin hoja, seorang sufi asal Turki yang terkenal pandai mengungkapkan kebijaksanaan lewat kesederhanaannya, lewat kisah-kisahnya yang konyol namun bijak berikut ini, dapat menyunggingkan sebaris senyum.

Suatu hari Nasaruddin berwasiat kepada keluarganya, “Kalau aku mati nanti, kuburkan saja aku di makam tua”.
“Lho, memang kenapa? “, tanya kerabatnya keheranan.
“Soalnya, kalau nanti Malaikat Munkar dan Nankir datang, aku bisa lolos dari hisab mereka. Mereka tentu mengira bahwa kuburan tuaku sudah pernah diperiksa”. (chs 0199)

Sumber : Gubernur Kuli Panggul  & 99 Rangkaian Mutiara Illahi lainnya, Chichi Sukardjo.

“kegelian diri pada sebuah ketidakberdayaan kita dalam menghindari peristiwa yang niscaya terjadi”. wallahu’alam bi shawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s