SETEGUK AIR PERSAUDARAAN

Ketika perang Yarmuk, banyak sahabat terluka. Dikisahkan saat itu Ikramah dan sahabat perlu air. Seseorang datang memberikan air kepada Ikramah, belum sempat meneguknya, ia berikan yang lain, dan sahabatnya tadi meneruskannya kepada yang lainnya, begitu seterusnya.

Sehingga tidak seorang pun dari mereka yang sempat menikmati setetes air padahal saat itu mereka terluka dan sangat membutuhkan air, sampai akhirnya semua dari mereka meninggal dan tidak seorangpun sempat merasakan kesejukan tetesan air di tengah teriknya padang pasir, perang yang berkecamuk dan luka yang menganga. Subhanallah!

Apakah masih dapat kita temui rasa persaudaraan yang kokoh seperti itu pada zaman ini? Sulit, namun bukan tidak mungkin. Bukankah Rasul yang mulia bersabda, “seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seumpama bangunan saling mengokohkan satu dengan yang lain (kemudian Rasulullah SAW merapatkan jari-jari tangan beliau)”.

Nah, sahabat, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk kita membuktikan bahwa kita bersaudara dan saling mencintai! (chs0899_gkp)

Sumber : Gubernur Kuli Panggul  & 99 Rangkaian Mutiara Illahi lainnya, Chichi Sukardjo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s